Tampilkan postingan dengan label vibration analysis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vibration analysis. Tampilkan semua postingan

Kamis, Agustus 06, 2009

Artikel Panduan Analisa Vibrasi untuk Pemula

Saya termasuk pendatang baru di dunia predictive khususnya Vibration Analysis, namun saya juga ingin bisa sharing dengan temen-temen yang lain yang kebetulan berkecimpung di predictive maupun para pendukung Condition Base Maintenance.

Dibawah ini ada artikel menarik tentang Pengenalan Vibration Analysis bagi Pemula. Tentunya bagi pemula seperti saya artikel tersebut sangatlah membantu menambah wawasan saya.
Klik disini untuk mengunduh file

Selasa, Agustus 04, 2009

Tips Memperoleh Hasil Optimal demi Hasil Analisa yang Akurat

Beberapa hari lalu saya melaksanakan pengambilan data vibrasi di PLT* G***** dengan team saya. Pelaksananya temen team saya, Dari proses pengambilan yang seperti dikejar hantu alias terburu-buru, mounting sensor sekenanya sampe memperlakukan sensor dengan kasar. Dia seorang senior sebenarnya, pendahulu saya, terdidik dengan beberapa training, namun sepertinya beliau-nya kurang memahami predictive secara mendalam (bukannya Aku sok mendalam nieh). Menurut pemahaman saya, kesuksesan predictive ditentukan oleh beberapa hal diantaranya adalah tata cara pengambilan data. Dalam system kami sudah ada panduan lengkap mengenai prosedur tersebut. Padahal prosedur yang benar dalam pengambilan data tersebut sangat menentukan hasil analisa. Jika prosedur sudah salah, maka dalam analisa data dapat diintepretasikan salah. Sehingga hasil akhirnya salah.

Tentunya sebagai seorang agen predictive, tidak ingin terjadi kesalahan dengan intepretasi data, seharusnya data yang masuk itu representative dan layak dianalisa. Namun kenyataannya beberapa data yang kesannya rusak, tidak representative dan akhirnya hanya sebagai data sampah. Sudah rugi waktu dan biaya karena datanya tidak dapat diolah.

Sebenarnya tips ini merupakan bagian dari dasar-dasar analisa vibrasi, namun tidak apa-apalah saya kemukakan dulu. Untuk memastikan bahwa data yang di ambil akan akurat dibutuhkan beberapa tips berikut:

1. Tempatkan sensor sedekat mungkin dengan bearing

Bayangkan saja saat seorang dokter memeriksa paru-paru atau jantung pasien dengan stetoskopnya. Tentunya dia akan menempatkan stetoskop tersebut di dada pasien, bukannya dikaki atau kepala. Demikian juga dengan pengambilan vibrasi, ambillah sedekat mungkin dengan bearing, karena tumpuan gaya yang bekerja itu berada di bearing, dan tentunya dengan itu akan kita ketahui gejala-gejala kerusakan pada mesin yang kita periksa



2. Pastikan sensor terpasang dengan sempurna

Ketika sensor tidak terpasang dengan sempurna, maka sinyal yang dihasilkan akan terdistorsi, sehingga akan diperoleh data yang salah. Untuk memastikan posisi sensor telah sempurna tertancap/terpasang pada mesin, biasanya sudah dilengkapi dengan magnet mounting, namun dengan magnet mounting pun juga perlu diperiksa posisinya.

Pastikan permukaan kontak bebas dari kotoran debu maupun minyak. Dan tentunya lokasi pick up harus bersifat ferromagnet.

3. Pastikan orientasi pengambilan sensor benar

Orientasi pengambilan data harus benar, karena besaran amplitude vibrasi juga tergantung dari orientasinya.

4. Tempatkan sensor pada posisi yang sama dari waktu ke waktu

Menempatkan sensor pada lokasi yang sama akan meminimalkan inskonsistensi pengukuran dan memastikan keakuratan trending data

5. Tempatkan sensor pada lokasi yang tepat

Jangan menempatkan sensor pada tempat yang fleksibel atau terlalu kecil dibandingkan dengan ukuran sensor itu sendiri

6. Hati-hati memperlakukan Sensor

Sensor sangat rentan terhadap perlakuan kasar seperti dijatuhkan, ditempelkan dengan kasar, atau terekspos panas yang berlebihan. Perlakuan kasar dapat menyebabkan output sensor tidak dapat dipercaya/tidak andal.

7. Perhatian ekstra terhadap keselamatan dilingkungan pengambilan data

Berhati-hati dalam menempatkan sensor, perlu perhatian lebih terhadap benda berputar. Hindari penempatan sensor pada peralatan bertegangan tinggi


Jumat, Juli 24, 2009

Quiz Of The Day

Mari kita bermain-main sejenak dengan ingatan Anda mengenai Vibration Analysis


1. Displacement is the ideal unit of measurement for performing bearing condition assessment on machines running 600 rpm or less.

a. True

b. False

2. 2. All analyzers are affected by Roll off in the same way; therefore they should all measure the same for slow speed measurements.

a. True

b. False

3. Which of the following will generate the most noise in a vibration signal?

a. Magnetically mounting the transducer

b. Integrating the signal from acceleration to displacement

c. Integrating the signal from acceleration to velocity

d. Talking while taking the measurement

4. With today's vibration analyzers it is possible to separate the signal from the noise floor even if the signal amplitude is less than the noise floor amplitude.

a. True

b. False



5. Noise filters used by many analyzers suppress the noise leaving only the remaining signal.

a. True

b. False

6. Which of the following transducer sensitivities would be best suited for a machine running 200 rpm.

a. 100 mv/g

b. 500 mv/g

c. 10 v/g

d. Seismic

7. What determines the lowest measurable frequency of an accelerometer?

a. Settling Time

b. Sensitivity

c. Size of the transducer

d. Discharge time constant

8. Which of the following is not important when collecting data on slow speed machines?

a. Avoiding magnet snap

b. Providing continuous sensor power

c. Restricting cable movement

d. Allowing proper settling time

e. They are all important

9. They same overall vibration alarms can be used for a slow speed machine that are used for an 1800 rpm machine.

a. True

b. False

10. It is not as important to take the vibration measurement in the load zone on slow speed machines because the frequencies are lower and travel better.

a. True

b. False

11. The basic process of acceleration enveloping does which of the following?

a. Apply filters to investigate running order faults.

b. Apply band pass filters, where lower and higher order frequencies are removed.

c. Apply filters to isolate high order faults.

12. Acceleration Enveloping is a desired measurement to determine which of the following machine problems?

a. Misalignment.

b. Unbalance.

c. Bearing faults.

13. Which of the following faults represent lower order problems that would be left out of an enveloped signal?

a. Unbalance and misalignment frequencies

b. Gear mesh frequencies.

c. Motor Bar Pass frequencies.

14. Acceleration enveloping reveals which of the following?

a. Detect repetition frequencies.

b. Faults that produce impacting.

c. Bearing defect frequencies without interference from gear mesh frequencies.

d. All of the above.

15. Acceleration envelope signals are a great aid when analyzing a multiple stage gearbox.

a. True

b. False

16. Why are gear mesh frequencies removed during the enveloping process?

a. The amplitudes produced at running speed are too small to appear in the envelope.

b. The gear meshing is a smooth process and produces little impact energy.

c. None of the above.

17. What are the typical filter settings for acceleration enveloping?

a. The low end filter should be above 10x rotational speed.

b. The high end filter should be 6x the outer race frequency.

c. The high end filter should be about 200x rotational speed.

d. All of the above.

18. Will a running speed fault ever appear in the acceleration envelope reading?

a. Yes.

b. No.

19 What is a spectrum?

a. lines of colors

b. A signature (graphical display) of the vibration amplitude in the frequency domain

c. Analog display of vibration amplitude in the time domain

20. What is the most important part of a spectrum?

a. amplitude

b. frequency

c. both a & b

d. none of the above

21. What does the window function do for a vibration analysis signal?

a. Window function forces the signal to start and end at zero to prevent leakage

b. Window functions for the signal to leak

c. Window function allows the user to see out the window

d. Window functions do not work

22. What is the most common window used to for vibration spectrum analysis?

a. Hanning

b. flat-top

c. rectangular

d. Kaiser

23. If an analyst suspects resonance problem with their machinery, machine foundation, frame, etc, what kind(s) of test(s) should be performed to check for this?

a. Run Up

b. Coast Down

c. Impact Test

d. All of the above

e. None of the above

24. When performing an impact test to check for natural frequency, which type of window will provide the best result?

a. Hanning

b. flat-top

c. rectangular

d. Kaiser

25. The higher the number of lines of resolution specified in a spectrum, the better the accuracy provided.

a. True

b. False

26. What is a cepstrum?

a. spectrum spelled incorrectly

b. a spectrum of a spectrum

c. a time waveform

d. none of the above


sumber : diambil dari reliability web quiz




Rabu, Juli 22, 2009

Pengenalan Teknologi Predictive Maintenance yang diterapkan di Dunia Industri

Mengimplementasikan program PdM (Predictive Maintenance) sudah menjadi pemikiran pusat bisnis dunia dewasa ini. Untuk memdapatkan program yang efektif Anda akan membutuhkan perencanaan dasar yang sesuai dengan tujuan di dunia industri. Contohnya adalah pada Unit Pembangkitan Energy Listrik. Didalamnya terdapat berbagai macam peralatan pendukung seperti rotating equipment dan electrical system. Untuk menjaga keandalan pasokan energy listrik diperlukan suatu metode maintenance yang efektif yang disesuaikan tujuan akhir keandalan demi kepuasan pelanggan. Mapping equipment versus technology sangat diperlukan demi efektivitas maintenance. Untuk peralatan yang cukup mudah diperoleh dipasaran dan sulit untuk memprediksi kapan terjadinya kerusakan cukup dioperasikan berjenis run to failure saja. Sedangkan peralatan yang bersifat rotating equipment jenis kerusakan dapat diprediksi dengan menggunakan teknologi vibration analysis. Hal inilah yang disebut predictive maintenance.

Predictive Maintenance dapat didefinisikan usaha mengumpulkan informasi dari suatu mesin yang beroperasi untuk membantu pengambilan keputusan mengenai :

kesehatan mesin tersebut,

perbaikan dan kemungkinan peningkatan untuk mencapai pengoperasian maksimum sebelum breakdown yang tidak terencana.

Predictive Maintenance merupakan proses menentukan kondisi mesin saat beroperasi untuk memprediksi dan menjadwalkan perbaikan yang paling efisien dari suatu komponen sebelum rusak sehingga tidak mengalami downtime. PdM tidak hanya membantu teknisi menghilangkan downtime yang tidak terencana dan kemungkinan kerusakan parah, tetapi memudahkan mereka dalam pemesanan part secara efektif, perencanaan SDM dan perencanaan pekerjaan ganda saat downtime terencana

Keuntungan Program Predictive Maintenance:

  • Meningkatkan keandalan mesin: mengurangi kerusakan yang tidak terencana
  • Mengurangi biaya pemeliharaan: mengetahui dengan pasti kerusakan yang perlu diperbaiki
  • Meningkatkan produksi: optimasi kapasitas mesin.

Berikut adalah contoh teknologi Prediktif yang berkembang di dunia:

Vibration Analysis: Mendeteksi unbalance, misalignment, kebengkokan shaft, eccentric rotors, Pulley dan Belts dan sebagainya, selain itu juga mengetahui adanya resonansi, mechanical looseness, oil whirl, kerusakan bearing, permasalahan gear mesh, motor dan lainya..

Infrared Thermography: Memonitor emisi dari energy radiasi pada panjang gelombang infra merah, seperti temperature untuk mendeteksi kondisi operasinya, kelainan temperature, daerah yang panas atau dingin dll. Teknik Inframerah dapat digunakan untuk mendeteksi permasalahan pada electrical switchgear, gearbox, transmisi, panel-panel CB, motor, bearing maupun pada peralatan seperti radiator atau cooler

Tribology and Oil Analysis: Didefinisikan sebagai gudangnya pengetahuan pada persentuhan permukaan pada pergerakan relative contohnya pada jurnal bearing dan pelumasnya. Dianalogikan pada tubuh manusia, Oil analysis merupakan pemeriksaan darah terhadap kandungan penyakit. Dengan analisa partikel keausan dapat disimpulkan mengenai kondisi dari internal part. Pengujian tersebut juga membandingkan sifat kimia dan fisik terhadap minyak pelumas baru untuk mengetahui fungsinya sebagai pelumas masih normal atau tidak selain itu juga meliputi pemeriksaan viskositas, kandungan air dan zat aditif.

Motor Condition Analysis: Motor circuit analysis berfungsi memeriksa kondisi belitan, rotor dan motor control supply circuit. MCA menghasilkan tingkat kesehatan dari motor dan gambaran daya yang masuk ke motor.

Eddy Current Analysis: Teknologi Eddy Current digunakan untuk mengidentifikasikan variasi ketebalan tube pada system yang menggunakan teknologi tube heat transfer. Edy Current umumnya digunakan pada peralatan Centrifugal Chiller, Screw Chiller, Reciprocating Chiller, boiler system, dan peralatan lain yang menggunakan tube.

Ultrasound Analysis: Detektor Ultrasonic memiliki 3 macam fungsi utama, diantaranya adalah :1. Mendeteksi kebocoran dalam udara bertekanan, instalasi gas dan vacuum, perangkap uap, system perpipaan tanki dan sebagainya. 2. Mendeteksi kerusakan mekanik pada bearing, gear atau kerusakan mekanik lainnya pada part yang bergerak. 3. Mendeteksi secara elektrik terhadap busur api dan korona yang timbul pada system elektrik.