Tampilkan postingan dengan label IR Thermography. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IR Thermography. Tampilkan semua postingan

Rabu, Agustus 26, 2009

Tips Agar Thermal Image Berkualitas

Minggu kemaren saya mengikuti kegiatan TRUC 2009 yang diselenggarakan oleh PT Tiara Vibrasindo Pratama di Bogor. Waktu itu saya mempresentasikan aplikasi IR Thermography di Pembangkit Listrik, dari beberapa tanya jawab ternyata ada juga perusahaan di Indonesia yang belum memliliki thermal imager type kamera sebagai bagian dari tools PdM mereka termasuk juga tips untuk mengambil thermal image pada lokasi outdoor. Dari pengalaman saya salah satu faktor penting dalam IR Thermography adalah kualitas gambar thermal image. Gambar merepresentasikan kondisi peralatan, oleh karena itu jika terdapat kekurangsempurnaan pada gambar maka hasil analisa bisa jadi tidak sesuai atau bahkan tidak dapat dianalisa. Beberapa hal yang berpengaruh pada kualitas thermal image adalah:

§ Fokus

Hasil thermal image haruslah focus, seperti halnya pada kamera digital. Ketajaman gambar diperlukan dalam intepretasi komponen-komponen dalam thermal image tersebut. Fokus berarti ketepatan temperature.


Gambar 1. Fokus


Gambar 2. Out of Fokus

§ Level/brightness thermal & Rentang thermal

Ketika obyek yang dibidik memiliki panas yang rendah maka, akan cukup sulit untuk membuat suatu thermal image yang bagus. Akan tetapi hal itu cukup menunjukkan bahwa obyek tersebut dalam kondisi normal.



§ Perspektif

Hasil pemeriksaan Thermography diharapkan tidak hanya teknisi saja yang perlu mengetahui kondisi termasuk analisa dan rekomendasi suatu thermal image, namun besar kemungkinan juga melibatkan pihak manajemen, yang notabene cukup awam terhadap suatu peralatan elektrik tertentu. Sehingga tampak perspektif peralatan diperlukan termasuk juga digital image agar keseluruhan peralatan yang diduga mengalami kelainan/rusak bisa terbaca.


Gambar 3. Perspektif

§ Komposisi

Setiap obyek memiliki karakteristik tersendiri, dan dengan respon dari infra merah yang dipancarkan akan terpantul suatu pencitraan sesuai dengan jenis materialnya. Jenis material menentukan emisivitasnya. Pengukuran dikatakan reliable jika emisivitas benda lebih dari 0.6 dan latar belakang obyek dapat dikontrol.

Selain itu faktor pencahayaan dan angin juga penting karena akan mempengaruhi hasil bidikan kita. Dari pengalaman saya jika cahaya luar terlalu kuat maka akan berpengaruh pada hasil. Perbedaan temperature dimungkinkan tidak terbaca. Selain itu pada beberapa thermal imager akan mati secara otomatis sebagai perlindungan dirinya ketika pencahayaan terlalu kuat atau tidak sengaja terpapar Matahari. Ketika pemeriksaan outdoor, misalnya pada outdoor switchgear, hasilnya tidak akan optimal jika dilaksanakan siang hari. Karena cahaya didominasi cahaya matahari. Mengapa?? Karena cahaya matahari juga memancarkan radiasi. Dan tentunya emisi infra merah dari peralatan akan kalah oleh radiasi matahari.


Gambar 4. Pick Up malam hari

Ketika malam hari, gangguan cahaya tidak ada, sehingga keseluruhan image yang dihasilkan dominan berasal dari emisi panas equipment. Tidak ada noise.

Namun apabila tidak memungkinkan dilaksanakan pick up data thermal pada malam hari karena alas an khusus, sebaiknya pengambilan dilakukan saat pagi hari atau pun sore hari, atau saat cuaca mendung. Hal itu cukup membantu mengurangi efek cahaya matahari pada hasil thermal image.


Gambar 5. Pick Up kondisi mendung

Gambar 6. Pick Up siang hari

Gambar 5. Pick Up malam hari

Yang terpenting adalah practice & practice. Selalu dan selalu latihan mengambil thermal image. Karena dengan berlatih keahlian kita akan selalu terasah. Tujuannya agar data image yang dihasilkan dapat dianalisa dan bukan menjadi data sampah.


Jumat, Agustus 21, 2009

APLIKASI THERMAL IMAGER UNTUK PEMERIKSAAN BEARING

Aplikasi IR Thermography untuk pemeriksaan bearing, motor dan kopling merupakan pendukung pengukuran vibrasi. Ketika obyek yang diperiksa terlalu kecil atau pada lokasi yang membahayakan keselamatan, maka peran analisa Vibrasi dapat digantikan oleh IR Thermography, karena dapat dilaksanakan pick up data pada jarak aman. Tujuannya adalah mengetahui karakteristik operasi peralatan tersebut yang identik dengan timbulnya panas saat beroperasi. Selain itu juga mengetahui kegagalan fungsi bearing atau kopling terutama akibat misalignment.




Dengan menggunakan thermal imager, akan diperoleh gambar dua dimensi dari temperature bearing, housing atau motor sehingga teknisi dapat membandingkan dengan temperature operasi pada lokasi yang sama untuk mendeteksi adanya kelainan. Hal itu berpijak pada prinsip bahwa seluruh rotating equipment akan timbul panas akibat gesekan bearing. Adanya pelumas akan mengurangi efek friksi dan tentunya akan mengurangi disipasi panas. Ketika suatu proses lubrikasi gagal, bearing motor mengalami kegagalan mengurangi gesekan, maka motor akan panas. Belitan mengalami overheat dan jika dilengkapi sensor temperature maka otomatis akan menghentikan motor, namun jika sensor gagal tentunya panas akan tidak terkendali dan akhirnya breakdown.



Bagaimana membuat suatu criteria

Mengetahui status kondisi peralatan dengan IR Thermography tentunya harus disertai dengan data base operasi (termasuk pencitraan thermal imager), jenis bearing maupun tipe pelumasan. Perlu waktu yang cukup lama yang didalamnya termasuk variasi kejadian (normal, adanya kerusakan, perbaikan dan normal kembali). Dengan membandingkan temperature tersebut dari waktu ke waktu maka akan dapat di setting suatu kriteria (normal – warning – alarm – fault). Cara lain adalah Data tersebut digunakan bersama-sama dengan data analisa vibrasi dimana sudah ditentukan kriteria statusnya (berdasarkan standard ISO atau penerapan kriteria individu) sehingga variasinya dapat diketahui.

Dengan penerapan IR Thermography pada bearing-bearing diharapkan breakdown akibat kerusakan bearing dapat dicegah, sehingga keandalan peralatan tinggi dan biaya pemeliharaan rendah.

Bagaimanapun semua permasalahan yang ditemukan dengan thermal imager, sebaiknya selalu lakukan pendokumentasian pencitraan termasuk foto digital peralatan dan dugaan penyebab kerusakan karena hal itu merupakan cara terbaik untuk melaporkan permasalahan dan rekomendasi untuk perbaikan.




Selamat mencoba!!!


Rabu, Juli 22, 2009

IR Thermography Sebagai Bagian Dari Predictive Maintenance

IR Thermography merupakan teknik memproduksi gambar yang disebut thermogram, dari radiasi panas yang tak terlihat yang dihasilkan dari emisi obyek. Teknik ini merupakan merupakan teknik non kontak dalam menentukan peralatan elektrik dan mekanik tersebut lebih panas dari seharusnya, yang mengindikasikan kerusakan yang akan terjadi. Selain itu juga mengindikasikan heat loss yang berlebihan yang merupakan pertanda dari kerusakan isolasi.

Apa saja kemampuan IR Thermography?

IR Thermography berperan aktif dalam pemeliharaan fasilitas, Evaluasi tak merusak (Non Destructive Evaluation dan program predictive maintenance. Thermography dapat mendeteksi kerusakan yang tersembunyi sehingga daapt segera dilaksanakan tindakan korektif untuk mencegah kerusakan yang lebih parah yang akan membutuhkan biaya banyak.Dengan perencanaan dan pelaksanaan pemeliharaan IR Thermography, waktu downtime dapat dikurangi karena terhindarnya shutdown yang tidak terencana. Sehingga kapasitas produksi dapat dicapai secara maksimal. Peralatan thermografi juga dapat digunakan pada pemeliharaan gedung, namun secara umum dapat digunakan pada:

  • Mengevaluasi system atap
  • Mendeteksi uap
  • Mengevaluasi system pemanas dan pendingin
  • Mendeteksi kehilangan panas dan pendinginan
  • Pemeriksaan kekuatan bejana bertekanan

Predictive Maintenance

Performa tinggi dari peralatan thermografi dewasa ini telah terbukti sebagai peralatan canggih untuk memprediksi kerusakan peralatan, khususnya terbukti pada perubahan karakteristik panas suatu peralatan sebelum terjadi kerusakan. Gambar Digital dari kegiatan pengamatan berisi referensi sinyal yang diubah dengan software sehingga lebih mudah dianalisa dan disimpan pada database. Hasil dari pemeriksaan berupa image histogram atau gradient temperature yang dapat diaplikasikan untuk trending data.

Kategori IR Thermography:

  • Electric


  • Mechanic


  • Building